Skip to main content

diam

entah ini hanya perasaan,
atau memang ini kenyataannya?
kalau memang iya,
sungguh menyedihkan.

sorot mata penuh kebencian,
tampak sekali terlihat.
orang awam pun aku rasa tahu,
keanehan ini, mungkin.

karma berlaku,
lagi-lagi bicara karma.
sedih, sakit, itu jelas,
tapi yang pasti ini menakutkan.

tertawa lepas, itu tidak bisa.
tersenyum dari hati,
itu juga tidak ada.
senyum kecut,
itu baru ada.

aku bicara kalian terdiam
kalian bicara aku terdiam
benar begitu kan?
hasilnya?
hanya keheningan.

percaya atau tidak,
benar atau tidak,
atau mungkin,
ini hanya halusinasi untuk menghindar,
pandangan kita jadi berbeda

waktu dan keadaan itu kejam.
dan ketika keadaan mulai berbicara,
hati hanya bisa diam seribu bahasa.




dian chrisniar

Comments

Popular posts from this blog

PM1

gue dapet banyak pelajaran dari pengalaman bikin paspor selama hampir dua mingguan ini. eh wait... mau kemane bu? hahahaahah. gua kan mau jalan-jalan, jadi ya dari sedini mungkin sudah dipersiapkan tetek bengeknya. hahahah (tau-taunya ditempatin di tempat yang gak bisa 'jalan-jalan'. aaaakkk jangaaannn).

persyaratan bikin paspor sebenarnya gak terlalu ribet ya, coba monggo di klik dulu link ini buat tahu apa aja syarat-syarat yang harus di bawa untuk pembuatan pasport nya (jangan lupa dibawa semua berkas aslinya ya!).

Sakitnyaaaa...

yeyeye! karena sakit bukan penghalang buat gak ngeblog. udah hampir seminggu ini gue sakit dan tadi pagi itu puncaknya banget, jarang-jarang gue bangun tapi kepala gue rasanya keliyengan banget dan pastinya lemas sekali. alhasil, hari ini gue memtuskan untuk memberanikan diri berobat ke dokter. jadilah gue tadi berobat ke dokter di RS Cikini sekalian nemenin si gendut imunisasi.

Puding Zebra kebanyakan coklat

bangun tidur ku terus..... apaaaaa????? mandi? oh nononono. gegara si bang chris pergi dinas alhasil semua kerjaan dia numplek plek plek ke gue. yes, pagi indah gue udah gue coreng dengan cek hp, buka whatsapp isinya penuh sama yang pada pesen tiket pesawat. meeeeen, masih pagi loh. sumpeh, masih pagiiiiii *nangis kejer-kejer*