Skip to main content

Mursala

sebelumnya maap yak kalo ini post jatohnya jadi kayak spoiler film ini. maaf kalau andaikata kata-kata di blog ini mungkin agak-agak pedes gimana. ini gue cuman mau berkomentar sedikit aja sebagai seorang penonton yang tadi barusan nonton film mursala.


hari ini gue nonton film Mursala di kalibata city sama abang, kakak ipar, dan emak gue. bokap kemana? huah sayang sekali, bapake gak bisa ikut secara dia lagi seneng-seneng di lombok sama temen-temennya huft -,- sampai di bioskop gue cuman cengo, hetdah bujut, bioskop segede itu yang nonton cuma 10 orang doang. ya wajar sih, filmnya emang kurang terkenal (kurang promosi kayaknya). itupun juga tadi yang nonton orang batak semua, abisan mereka paham gitu sih adat peradatan batak.


si babeh pamer foto di lombok
ok, masuk ke filmnya ya.

dalam trailernya, film Mursala itu ngebahas tentang cinta yang ditentang adat. well, orang batak emang ribet ciyn. tapi mursala itu sendiri sih sebenarnya adalah nama air terjun yang ada di tapanuli tengah. air terjun yang bukan sembarang air terjun karena air terjun ini langsung terjun ke samudra hindia. intinya, air terjunnya BAGUS BANGET!


eh oke, fokus sebentar sama jalan cerita dan akting para pemain dulu yak. dari jalan cerita, jujur dari hati yang paling dalam, gue sebenarnya gak paham sama film ini. ok, mereka emang ngebahas tentang cinta yang terlarang antara simbolon dengan saragih, karena mereka itu ternyata masih satu keturunan, dan ada namanya PARNA, itu semacam aturan adat antara simbolon dan 70 marga lainnya yang emang satu keturunan *fyuh, untung aja silaban saudaranya dikit. lah?* emang sih, gara-gara film itu gue jadi tahu kalau ada aturan kayak begitu, tapi abis itu... ya udah gitu aja gak ada antiklimaksnya dalam film ini sungguh dan endingnya pun... gak jelas *maap ya maap*

dan gue gak suka sama iklan yang ada di film ini, terlalu tersorot. contohnya, ada scene dimana si clarissa nerima telepon di pulau Mursala, si uli nanya ke clarissa, "kak, kok kakak bisa dapat sinyal sih di pulau ini? aku disini susah sekali dapat sinyalnya", dan jawab clarissa, "aku kan pake telkomsel. telkomsel itu jaringannya kuat, sampai ke pedalaman seperti ini". zzzzzzzzzz

iklan kedua : ada scene dimana si anggiat sama ibunya lagi jalan. eh ibunya mau ngambil duit di atm, bank nya... mandiri. huaaahhh, sesungguhnya pemasangan iklan dalam film secara terang-terangan itu sungguh mengganggu loh bapak ibu sutradara.

next adalah dari para pemainnya ya. gue sebagai orang batak toba sih sejujurnya masih agak-agak aneh gitu denger dialek para pemainnya, hemh terkesan di-batak-batakin. tapi ternyata kata mamake, dialek mereka itu udah bener, karena ternyata orang tapanuli tengah itu emang begitu dialeknya, bahasanya dicampur-campur sama bahasa padang. tapi ya perlu diapresiasikan lah kerja kerasnya rio dewanto sama titi rajo bintang yang udah berusaha keras buat belajar bahasa batak. tapi sih yang pasti, two thumbs up buat om tio pakusadewo, gokiiiilll. dia di perahu kertas jadi orang bali, dialek balinya dapat, jadi orang batak dialeknya juga oke, ini baru namanya pekerja seni sejati *halah* tapi sejujurnya gue gak begitu suka sama yang jadi clarissa *gue gak tahu siapa namanya*, terlalu kaku sekali, jadinya kelihatan krik-kriik banget pas scene dia.

tapi dibalik kekurangannya. satu nilai plus di film ini adalah pemandangannya. BEUH! ternyata, selain danau toba ada juga pariwisata yang gak kalah ciamik di sumatera utara, walaupun harus ditempuh 10 jam dari medan *berarti 7 jam dari rajamaligas*. KEREN KEREN KEREN! bukan cuma air terjunnya, pantainya yang pasir putih, dan terumbu karang disana cantik. huaaaah, gara-gara film ini, gue jadi tambah pengen pulang kampuang lagi biar bisa kesampean main kesana. harus pokoknya. kalau pulang kampung, harus pergi kesana. tapi sayangnya, gimana gue mau pulang kampung? dikit lagi di rumah ada bayi, mau gak mau 2 tahun lagi baru bisa cao jalan-jalan T.T


hemh apalagi ya? kayaknya udah gak ada yang kurang. sekali lagi ini cuman review asal-asalan ya yang gue buat. layak gak layaknya film ini buat ditonton ya itu balik lagi ke selera masing-masing sih. yang pasti, pemandangannya baguuuuusssss banget, gue suka.

selamat malam minggu semua!




dian chrisniar

Comments

Popular posts from this blog

PM1

gue dapet banyak pelajaran dari pengalaman bikin paspor selama hampir dua mingguan ini. eh wait... mau kemane bu? hahahaahah. gua kan mau jalan-jalan, jadi ya dari sedini mungkin sudah dipersiapkan tetek bengeknya. hahahah (tau-taunya ditempatin di tempat yang gak bisa 'jalan-jalan'. aaaakkk jangaaannn).

persyaratan bikin paspor sebenarnya gak terlalu ribet ya, coba monggo di klik dulu link ini buat tahu apa aja syarat-syarat yang harus di bawa untuk pembuatan pasport nya (jangan lupa dibawa semua berkas aslinya ya!).

Sakitnyaaaa...

yeyeye! karena sakit bukan penghalang buat gak ngeblog. udah hampir seminggu ini gue sakit dan tadi pagi itu puncaknya banget, jarang-jarang gue bangun tapi kepala gue rasanya keliyengan banget dan pastinya lemas sekali. alhasil, hari ini gue memtuskan untuk memberanikan diri berobat ke dokter. jadilah gue tadi berobat ke dokter di RS Cikini sekalian nemenin si gendut imunisasi.

Nokia 130

jadi tahu kan kalau kemarinan itu gue abis ganti ke xiaomi redmi note. nah, yang belum tahu dan pengen tahu reiew-an gue tentang HP xiaomi, monggo di-klik link ini.

permasalahan yang kemarin, kebetulan gue belinya yang 4G yang mana 4G nya itu single sim. mengingat provider besar di negara ini sangatlah tidak ramah dengan paketan internet jadilah akhirnya gue tetap berpendirian teguh untuk memakai kartu 3 dengan sistem kuota mereka yang setahun tanpa ada pembagian jam, tapi ya begitu dengan kualitas yang... hmh... gak bagus-bagus amat. setidaknya untuk messenger masih mumpuni lah, cuma ya jangan harap kalian bisa upload foto aja sih... hehe. hehe. kalian upload pagi, malemnya baru muncul di linimasa. wakawak.