Skip to main content

PANTAI INABURA(K)



Inabura atau Inaburak? Embuhlah, banyak yang bilang Inabura ada juga yang bilang Inaburak. Jadi terserah kalian lah mau bilang nama pantai ini apa.

Pantai Inaburak ini adalah salah satu pantai yang ada di pulau tempat gue tinggal selama beberapa bulan ke depan, letaknya adanya di pulau Adonara, terletak di wilayah Adonara Timur, kecamatan Ile Boleng. Untuk kesini, buat yang baru pertama kali mungkin agak ngebingungin. Secara, gak ada papan petunjuk untuk tempat wisata ini. Tapi kalau dari arah Waiwerang sih, gang menuju pantai ini ada tepat setelah gang menuju pantai Watotena (gue bakalan bahas tentang pantai ini juga nanti). Ya kalau gak mau ribet, ya mending langsung tanya warga sekitar.

Jalan awal menuju Inaburak sih bagus ya. Awalnya doang tapi. Jalanannya lebar, di-aspal pula. Tapi semakin ke dalam ya harap maklum… jalanannya jadi jelek gitu (tanah berbatu kerikil) dan makin sempit. Awalnya sih ngira bisa nih pake mobil ke sini eh pas nyampe ke ujung… iya sih bisa mobil nyampe sini, tapi kalau ada mobil dari lawan arah ya modyar juga, soalnya makin keujung jalanannya cuma muat untuk 1 mobil aja (kalau emang niat pake mobil) tapi saran gue sih mending motoran ajalah.

Masuk ke sini gak gratis, kalian harus bayar 5000 rupiah perkendaraan roda dua, iya per kendaraan bukan per orang. Murah kan? Tapi serius deh, harga segitu beneran worth it banget sama apa yang bakalan kalian temui nantinya. Nah, sedangkan harga tiket masjm untu mobil, gue kurang tahu sih kena biaya berapa.


Dua kali ke sini, dua kali juga gue nemuin tempat ini kosong pengunjung. Entahlah, mungkin orang-orang di tempat ini bosan dengan pantai ini. Dan gue? Gue malah senang banget dapat pantai yang sepi kayak begini. Udah sepi, pasirnya putih, banyak batu karang betebaran, dan yang pasti… airnya men, jernih gak ketulungan. Gimana gak gue bilang, “my private beach” coba. Kekurangannya tempat ini cuma satu, minim tempat untuk berteduh. Ada saung sih, tapi cuma beberapa aja dan itupun juga kecil.




Pertama kali ke sini sama Elina dan Ricky. Nah, kemarin akhirnya ke sini lagi sama anak-anak Adonara Timur (minus Yanti sih) plus David (iya, ini orang kalau udah urusan jalan-jalan, cepet deh ya dan langsung meluncur). Ciye, seneng deh gue. Biasanya apa yang sudah direncanakan jauh-jauh hari itu biasanya sih gagal ya. Eh, tumbenan amat rencana yang kayak begini malah kesampaian. Dan kita beneran piknik loh, sampai bawa rantang segala dan bekal makanan. Cute deh ah.


Btw, ini Uni, Ibu angkatnya anak-anak Adonara Timur tiap kali main ke Waiwerang :


Sebenarnya sih, Uni ini ibu kost nya Rika sama Vina. Nah, cuma karena kita anak-anak Adonara Timur kalau kumpul selalu di tempat Uni, ya udahlah.. sekalian aja kita anggap Uni semacam Ibu angkat kita di kota. Abisan, Uni baik banget sih, tiap kali ke sana, beneran diurusin macem anak sendiri.

Ah iya. Sini gue perkenalkan 3 'aset berharga' anak-anak Adonara Timur.


Jadi, kapan nih kalian mulai 'beraksi'? Wkakakaa. Bisalah itu dimulai dari yang paling kecil dulu. Aduh, kita udah gak sabar nih pengen punya tas baru dan seperangkat mutiara, coy. Coba kalian pose kayak gitu aja, pasti adalah nanti oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke rumah. Muahahahhaha. Anjirlah, ini cuma anak-anak Adonara Timur doang yang paham yak. Ahhahaa :'D

Terakhir, gue mau ngasih tahu, jangan sekali-kali jalan tanpa alas kaki di pasir hitam pas siang-siang ya. Jadi di pantai ini ada dua macam pasir. Ada pasir putih yang langsung menjorok ke laut, ada juga yang pasir hitam di sekitaran saung. Anjir. Kemarin dengan polosnya gue nyeker dari saung mau ke laut, eh ya bujut… baru berapa langkah, akhirnya gue ngibrit lari lagi ke saung ambil sendal. Telapak kaki gue langsung merah-merah loh kemarin. Itu pasir panasnya amit-amit banget. Tapi kalau udah pindah ke pasir putih, kaki adem banget. Kenapa ya? Itu masih jadi tanda tanya gue loh sampai sekarang -.-


Yoweslah. Gue bingung masa mau update apaan lagi :| intinya, pantai ini layak untuk dikunjungi. Ingat! Jangan buang sampah sembarangan ya. Dan yang pasti…. Jangan lupa pakai sunblock! :D



Dian Chrisniar

Comments

Popular posts from this blog

PM1

gue dapet banyak pelajaran dari pengalaman bikin paspor selama hampir dua mingguan ini. eh wait... mau kemane bu? hahahaahah. gua kan mau jalan-jalan, jadi ya dari sedini mungkin sudah dipersiapkan tetek bengeknya. hahahah (tau-taunya ditempatin di tempat yang gak bisa 'jalan-jalan'. aaaakkk jangaaannn).

persyaratan bikin paspor sebenarnya gak terlalu ribet ya, coba monggo di klik dulu link ini buat tahu apa aja syarat-syarat yang harus di bawa untuk pembuatan pasport nya (jangan lupa dibawa semua berkas aslinya ya!).

Nokia 130

jadi tahu kan kalau kemarinan itu gue abis ganti ke xiaomi redmi note. nah, yang belum tahu dan pengen tahu reiew-an gue tentang HP xiaomi, monggo di-klik link ini.

permasalahan yang kemarin, kebetulan gue belinya yang 4G yang mana 4G nya itu single sim. mengingat provider besar di negara ini sangatlah tidak ramah dengan paketan internet jadilah akhirnya gue tetap berpendirian teguh untuk memakai kartu 3 dengan sistem kuota mereka yang setahun tanpa ada pembagian jam, tapi ya begitu dengan kualitas yang... hmh... gak bagus-bagus amat. setidaknya untuk messenger masih mumpuni lah, cuma ya jangan harap kalian bisa upload foto aja sih... hehe. hehe. kalian upload pagi, malemnya baru muncul di linimasa. wakawak.

SKBN dan SKS

sesuai janji yang kemarin, berhubung 2 hari yang lalu gue kelar ngurus Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), maka dari itu malam ini mau bahas cara buat ngedapetin kedua surat itu. ngurus SKBN sebenarnya bisa di BNN, cuma berhubung gue males harus pindah-pindah tempat jadilah gue ngurus itu di satu tempat yaitu di RSUD Budhi Asih di Cililitan sana.