Skip to main content

Sabtu, 30 Agustus 2015

selamat sore menjelang malam dari Ile Boleng. selamat malam mingguan juga buat yang merayakan.

harusnya tadi sehabis gue pulang sekolah, gue ikutan rapat guru. caelah, rapat guru. hahahaha. tadi gue dapat undangan rapat guru gitu. tapi jangan kalian bayangkan ada surat yang diketik terus dibagiin satu-satu ya ke guru-guru, karena udangan sekolah gue itu super sederhana. ditulis di buku rapat lalu di sampingnya ada paraf para guru jika sudah membaca dan mengetahui adanya rapat. tadi sih tandatangan ya, tapi guenya malah gak datang karena harus beberes rumah. iya. rumah. baru.



malam minggu gue kali ini super kelabu sekali. hahahaha. ya gimana gak gue bilang kelabu coba. puji Tuhan sih gue dapat rumah baru tapi…. dapat rumah kayak begini, bolehkah kalau aku menarik dan menghembuskan nafas dalam-dalam?



iya tahu. gak boleh ya. maapkeun. gue bakalan tinggal berdua sama mbak Tuti di rumah ini sampai calon kos-an selesai direnovasi. entahlah, gue berharap rumah itu bisa cepat di renovasi. amin.
mari kembali ke satu hari sebelum hari ini.

akhirnya, kemarin ngerasain pesta sambut baru di pulau Adonara. kebetulan yang ngadain acara ini cucu si Ibu, alias anaknya kak Bo. mereka ngadain pesta di Waiwerang. jadi kata orang sini yang mengerti Protestan, katanya sih sambut baru di katolik ini hampir sama dengan sidi. jadi kalau mereka sudah sambut baru, mereka udah bisa ikut perjamuan. bedanya, kalau di Protestan kan rata-rata yang boleh sidi itu kalau udah remaja ya, paling nggak umur 16 tahun lah, kalau di Katolik usia minimal untuk ikut sambut baru itu ya anak-anak yang udah kelas 4 SD (itung sendiri dah tuh umurnya berapa). kata Mama, anak-anak sudah bisa ikut sambut baru kalau mereka sudah hapal doa-doa atau biasa disebut hosti (benar kah, atau salah ya? mohon di koreksi).



pestanya sendiri kalau menurut gue sih macam acara sunatan ya. jadi si anak yang udah sambut baru nanti dikasih salam tempel gitu. hahahah. enak yak. gue sidi aja kagak ada salam tempel perasaan. wawakakak. abis salam tempel, para tamu nanti dijamu snack dan makan benaran. dan untuk beberapa tamu lagi juga disediain arak dan bir. silakan minum sampai kalian mabuk berat.



btw, kemarin gue ke Waiwerang sama Ricky, kita naik motor pak Laurens. lo tahu apa, gue mendadak dekat sama Tuhan gegara dibonceng dia. karena setahu gue Ricky itu gak terlalu jago bawa motor dan pernyataan gue juga dibenarkan sama si Kokoh Tono. Tono aja sampai bilang, “lo kok mau dibonceng Ricky? dia kan gak terlalu bisa nyetir motor”. yayayya. dan pernyataan itu semakin dibenarkan ketika perjalanan pulang. gue hampir aja nyungsep di lobang karena dia gak lihat jalan. tapi beneran deh, kemarin sore itu benar-benar ajaib banget, karena kita gak nyungsep, padahal si Ricky udah hilang keseimbangan tapi kita masih berdiri. orang-orang di belakang kita aja sampai berhenti. tapi yaudah lah, anggap aja pengalaman ya. kalau gak gitu kan katanya gak jago nyetir toh? bzt.

mundur lagi semalam yang lalu. dua malam yang lalu, gue, mbak Tuti sama Mama Meri (adiknya Bapak) jalan ke pasar senja malam-malam. hahaha. kita mencoba makan ikan bakar dan nasi kuning di sana. entahlah, harga ikan (yang biasa digoreng Ibu dan Emak gue di Jakarta) dengan ukuran sedang yang dibakar itu 7500 rupiah. itungannya murah atau mahal sih? dibakarnya pun cuma dibakar aja, gak dikasih bumbu apa-apa. terus harga nasi kuning hanya dengan mie goreng itu harganya 4000. porsinya lumayan sih memang.

kenyang makan, akhirnya kita nemenin Mama Meri mainan lotere di pasar senja. dari pendengaran gue sih ya, harga kupon lotere itu dibandrol dari 500 perak sampai 5000 rupiah. yang menang lotere bisa pilih hadiah apa saja. hadiahnya ada sabun cuci sampai peralatan makan. nah, kemarin si Mama Meri hoki banget itu bisa dapetin piring porselen 3 biji. lumayan kan ya. jadi pengen nyoba ikutan gituan, lumayan kan kalau hoki bisa dapetin wajan dengan harga 500 rupiah kan? Hahaha --"



balik lagi ke hari ini. tadi gue ngajar di kelas baru, kelas XI IPA 3. jumlah siswanya 20 anak dengan anak perempuan itu cuma ada 6 saja. widih. dari kemarin gue masuk ke kelas yang siswa laki-lakinya cuma 5 orang, eh sekarang kebalikannya.

yaudah, selamat malam. gue mau lanjut lagi nulis di buku. hahahha. ada beberapa hal yang gak bisa keupdate di sini. wakakaka.

selamat malam!



Dian Chrisniar

Comments

Popular posts from this blog

PM1

gue dapet banyak pelajaran dari pengalaman bikin paspor selama hampir dua mingguan ini. eh wait... mau kemane bu? hahahaahah. gua kan mau jalan-jalan, jadi ya dari sedini mungkin sudah dipersiapkan tetek bengeknya. hahahah (tau-taunya ditempatin di tempat yang gak bisa 'jalan-jalan'. aaaakkk jangaaannn).

persyaratan bikin paspor sebenarnya gak terlalu ribet ya, coba monggo di klik dulu link ini buat tahu apa aja syarat-syarat yang harus di bawa untuk pembuatan pasport nya (jangan lupa dibawa semua berkas aslinya ya!).

Nokia 130

jadi tahu kan kalau kemarinan itu gue abis ganti ke xiaomi redmi note. nah, yang belum tahu dan pengen tahu reiew-an gue tentang HP xiaomi, monggo di-klik link ini.

permasalahan yang kemarin, kebetulan gue belinya yang 4G yang mana 4G nya itu single sim. mengingat provider besar di negara ini sangatlah tidak ramah dengan paketan internet jadilah akhirnya gue tetap berpendirian teguh untuk memakai kartu 3 dengan sistem kuota mereka yang setahun tanpa ada pembagian jam, tapi ya begitu dengan kualitas yang... hmh... gak bagus-bagus amat. setidaknya untuk messenger masih mumpuni lah, cuma ya jangan harap kalian bisa upload foto aja sih... hehe. hehe. kalian upload pagi, malemnya baru muncul di linimasa. wakawak.

SKBN dan SKS

sesuai janji yang kemarin, berhubung 2 hari yang lalu gue kelar ngurus Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), maka dari itu malam ini mau bahas cara buat ngedapetin kedua surat itu. ngurus SKBN sebenarnya bisa di BNN, cuma berhubung gue males harus pindah-pindah tempat jadilah gue ngurus itu di satu tempat yaitu di RSUD Budhi Asih di Cililitan sana.