Skip to main content

Selasa, 25 Agustus 2015

selamat sore e! kemarinan bikin ini pas malam-malam eh tetiba pengen bikin ini aja sore-sore kayaknya asyik. udah tidur siang kah? gue dong, baru bangun bocican – bobo ciang cantik (ok, maafkan!). gue baru ngeh akan satu hal, ternyata gue rajin ngetik ini kok jadi 2 hari sekali ya? gak direncancanain loh padahal.

kemarin itu gue sempat bilang ya plus nya tinggal sama orang lain adalah stok air aman, toh? sekarang gue klarifikasi deh. stok air aman kalau si Bapak ada di rumah e. udah 2 hari ini Bapak Thomas tidak di rumah, beliau sedang terbang ke Jakarta untuk menghadiri sidang (anggota DPRD cuy). nah, karena si Bapak sedang tidak ada jadilah ini kita krisis air. air di bak mandi aja udah gak ada, sekarang tinggal ngarepin air tampungan hujan di sebelah yang gue gak tahu itu air bersih apa kagak, dan mandipun jadinya hanya sekali sehari dengan catatan, gimanapun caranya itu air seember bisa gue pakai untuk mandi. aaakkk pusing akika. Bapak, cepat pulang kah :”(

mengajar. sampai detik ini pun gue belum mengajar. baru ada jadwal nanti hari Kamis. dan kerjaan gue tiap hari di sekolah adalah nyeleksi soal-soal yang layak buat diajarin nanti. tapi menyedihkan gini nih, sampai sekarang gue belum dapat meja kerja sendiri e, jadinya masih numpang-numpang meja orang lain. Bapak Laurens sih kemarin bilang, meja gue ada di laboratorium bawah, tapi embuh lah sampai saat ini belum pindah-pindah juga. mana cuma berlima doang lagi di bawah dengan mbak Tuti yang ada di atas. aaakkk.



oh iya, kemarin itu gue diajak buat musyawarah di sekolah. tempo lalu gue ada cerita kan kalau ada anak yang dikeluarkan gara-gara ke gep pacaran? nah, tedeng… ternyata itu anak dua tidak jadi dikeluarkan e. bukan karena mereka menyogok ya (yahelah, dengan kondisi begini jo, mana mungkin ada sogok-sogokan), tapi karena tidak matching antara pernyataan siswa dan saksi mata. siswa bilang enggak, berkali-kali bilang enggak, sedangkan saksi mata merasa mereka melakukan hal “aneh”. karena ketidakcocokan ini jadilah sekolah ambil jalan tengah untuk tidak jadi mengeluarkan dengan catatan kalau si laki-laki ini ketahuan sedang berdua dengan perempuan itu lagi, sekolah tidak segan-segan untuk langsung mengeluarkan mereka berdua. hmh, baiklah.

semalam gue diajak Ibu untuk ikutan sembahyang atau kalau disini dibilangnya doa untuk arwah yang meninggal di desa. awalnya kayak ngira sepertinya ini semacam melayat ya dengan mayat di depannya eh tapi ternyata tidak, kok. setelah ikut acara itu gue bisa bilang kalau ini semacam ibadah penghiburan, walaupun gue rada bingung sih sebenarnya sama tata ibadah katolik. tapi kalau tentang adatnya, sekilas acara ini agak mirip dengan adatnya orang batak (ya, gue cuma bisa ngebandingin ini sama adat batak ya). perempuannya diwajibkan memakai sarung macem yang lagi marhobas, selesai ibadah yang perempuan bantuin beberes dapur dan menyiapkan makan malam. untung banget di rumah udah makan duluan, kebayang dong ah disuruh makan jam 10 malam bagaimana rasanya. huhu, untung Ibu paham gitu sama muka-muka ngantuk kita. hehehe.



dan tadi…. aaakkkkk, pengen cepet-cepet hari kamis. pengen langsung tahu bagaimana perilaku calon siswa gue. dari kemarin cuma bisa denger cerita Ricky sama Mbak Tuti doang, gue kan juga pengen ikutan nimbrung ngomongin anak-anak kelas gue toh. gak berharap yang muluk-muluk. gue cuma berharap anak murid gue baik-baik dan gampang diatur, plus… semoga gue bisa menguasai kelas dengan baik selama satu tahun ke depan. gue nyaman dengan anak murid begitupun sebaliknya. AMIN!

yasudah, selesai dulu ya. kita mau pesiar dulu e ke kios, beli mie goreng untuk makan malam kita. Ibu seperti udah paham gitu sama kita berdua. agak kurang sopan memang tapi ya bagaimana kah. Ibu tiap hari memasak sayur papaya atau apalah itu direbus-rebus, sedangkan gue… gak doyaaaann. padahal udah paksa makan tetep aja. jadi deh kita dikasih kebebasan untuk masak makanan sendiri apalagi kemarin Bapak ada belikan kita lombok banyak sekali. padahal orang di rumah ini tidak ada yang bisa makan pakai lombok barang satu cuilpun, kan jadi tambah gak enak kan tuh. jadi pengen cepet-cepet ngekos kan, biar tambah bebas lagi buat masak-masak.
selamat sore!



Dian Chrisniar

Comments

Popular posts from this blog

PM1

gue dapet banyak pelajaran dari pengalaman bikin paspor selama hampir dua mingguan ini. eh wait... mau kemane bu? hahahaahah. gua kan mau jalan-jalan, jadi ya dari sedini mungkin sudah dipersiapkan tetek bengeknya. hahahah (tau-taunya ditempatin di tempat yang gak bisa 'jalan-jalan'. aaaakkk jangaaannn).

persyaratan bikin paspor sebenarnya gak terlalu ribet ya, coba monggo di klik dulu link ini buat tahu apa aja syarat-syarat yang harus di bawa untuk pembuatan pasport nya (jangan lupa dibawa semua berkas aslinya ya!).

Nokia 130

jadi tahu kan kalau kemarinan itu gue abis ganti ke xiaomi redmi note. nah, yang belum tahu dan pengen tahu reiew-an gue tentang HP xiaomi, monggo di-klik link ini.

permasalahan yang kemarin, kebetulan gue belinya yang 4G yang mana 4G nya itu single sim. mengingat provider besar di negara ini sangatlah tidak ramah dengan paketan internet jadilah akhirnya gue tetap berpendirian teguh untuk memakai kartu 3 dengan sistem kuota mereka yang setahun tanpa ada pembagian jam, tapi ya begitu dengan kualitas yang... hmh... gak bagus-bagus amat. setidaknya untuk messenger masih mumpuni lah, cuma ya jangan harap kalian bisa upload foto aja sih... hehe. hehe. kalian upload pagi, malemnya baru muncul di linimasa. wakawak.

SKBN dan SKS

sesuai janji yang kemarin, berhubung 2 hari yang lalu gue kelar ngurus Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), maka dari itu malam ini mau bahas cara buat ngedapetin kedua surat itu. ngurus SKBN sebenarnya bisa di BNN, cuma berhubung gue males harus pindah-pindah tempat jadilah gue ngurus itu di satu tempat yaitu di RSUD Budhi Asih di Cililitan sana.